(Part 9) Kos Seberang Saidah : Perjanjian Setan

Tidak sengaja cahaya senterku menyinari badan Ibu Ratih yang sedang menari. Ia menengok ke arahku sambil tersenyum ramah, kedua bola matanya hitam gelap. Perlahan dia melangkah mendekati kami sambil terus menari, suara gamelannya semakin lama semakin keras. Alih-alih pergi, aku malah mematung sambil melihat kejadian aneh yang membuatku terheran-heran. Mario menarik lengan kemajaku, memaksaku untuk kabur. Kami lari lintang pukang ke arah toilet, mencari pentilasi udara untuk ke luar dari menara Saidah.
Malam itu, kami berhasil ke luar dari menara Saidah tanpa menemukan Yogi. Sesampainya di halaman gedung kos, kami kembali dikejutkan dengan kemunculan segerombolan lelaki berpakaian hitam dengan memikul keranda melintas di depan kosanku. Mereka menuju kamar nomor enam yang pintunya menganga, memancarkan cahaya. Di belakang robongan, kulihat Ibu Ratih berjalan perlahan sambil menaburkan kembang berwarna putih___entah kembang apa.
“Mario, ayo cepat kita kejar rombongan itu!” Kutarik tangan Mario. Ia berlari tergopoh-gopoh di belakangku.
Sekuat tenaga kami menaiki tangga untuk mengejar rombongan. Aku berhasil masuk ke dalam kamar nomor enam, sementara Mario tidak. Ia terpental ditabrak daun pintu saat hendak memaksakan diri untuk masuk. Di dalam kamar nomor enam, aku tidak bisa melihat apa pun. Cahaya yang begitu terang membuat mataku terpicing. Tiba-tiba tubuhku lunglai, penglihatanku kabur, pendengaranku hilang.

Saat itu, aku menyaksikan kejadian demi kejadian melintas di hadapanku. Aku melihat Ibu Ratih sedang melakukan ritual di dalam menara Saidah, ia membuat perjanjian dengan setan. Aku mendengar jelas percakapan mereka, Ibu Ratih meminta kekayaan kepada setan dan berjanji mencarikan tumbal untuknya. Tiba-tiba, tubuhku terasa tersedot masuk ke dalam kumparan cahaya. Lalu, aku melihat Raina sedang menangisi ibunya yang sekarat di kamar kos.
Raina menangis sejadi-jadinya sambil berteriak minta tolong. Ia pergi ke halaman kos mencari bantuan dan saat itu aku juga melihat sesosok makhluk muncul dari dinding kamar kos. Makhluk bertubuh besar dengan bulu berwarna hitam lebat memenuhi tubuhnya, ia melahap Ibunya Raina bulat-bulat. Saat Raina kembali dengan membawa beberapa orang untuk membantu, ibunya sudah hilang.
Kemudian, tubuhku terasa ditarik kembali. Kali ini aku bisa membuka mata dan melihat dengan jelas tubuh Yogi tergolek di atas sebuah keranda. Sosok makhluk besar dan berbulu hitam muncul dari balik dinding, ia membuka mulutnya yang lebar dan hendak menelan Yogi. Kemudian, pintu kamar kos itu berhasil didobrak oleh Mario, ia membawa serta Pak Bambang___paranormal.
“Dani awas!” Pak Bambang melemparkan sebuah keris ke arah makhluk itu. Seketika makhluk menyeramkan itu tenggelam kembali ke dalam dinding.
Nantikan cerita selanjutnya "Kos Seberang Saidah" hanya di HORORR22

0 Response to "(Part 9) Kos Seberang Saidah : Perjanjian Setan"
Posting Komentar