(Part 7) Kos Seberang Saidah : Yogi Hilang

Aku menahan tubuh Yogi yang masih mengamuk. Sesekali aku bisikkan doa-doa di telinganya tapi, tetap tidak berhasil. Sedangkan Raina yang berdiri di depan pintu tiba-tiba menangis tanpa sebab, aku bingung apa yang harus kulakukan. Kemudian, selang beberapa menit Bu Ratih muncul lantas mengusir Raina.
Ia buru-buru menyentuh kening Yogi sambil komat-kamit entah mantra apa yang ia baca. Perlahan tubuh Yogi lunglai, kedua matanya terpejam dan keringat mulai bercucuran di keningnya. Bu Ratih menuangkan segalas air yang ia bacakan mantra-mantra, kemudian mengibaskan percikan air itu ke wajah Yogi.
“Sebenarnya ada apa ini Bu Ratih? Apa kosan ini benar-banar ada hantunya? Kenapa Ibu nggak bilang sama saya dari awal? Adik saya hapir tewas Bu!” Aku naik pitam.
“Ini biasa Nak. Semua kamar kos pasti ada penghuninya. Kita nggak hidup sendiri di dunia ini. Kamu tenang saja Nak. Yogi sudah ibu bekali mantra jadi tidak akan ada lagi hantu yang ganggu dia.”
“Aku mau berhenti sewa kos ini Bu! Besok aku pindah!”
Bu Ratih tidak menjawab, ia masih sibuk membasuhkan air ke wajah Yogi. Setelah itu dia pergi tanpa pamit mungkin dia kesal dengan sikapku yang tidak tahu terima kasih, tapi jujur aku sangat marah karena merasa ditipu olehnya. Setelah kejadian malam itu, aku mengurungkan diri untuk melawan hantu yang menghuni kosan ini. Aku harus segera pindah dari kosan ini.
Aku tidak bisa tidur, sementara Yogi terlelap di sampingku. Sesekali kusentuh pergelangan tangannya semakin lama suhu tubuhnya semakin dingin. Aku panik bergegas memesan kendaraan online untuk membawanya ke rumah sakit. Setelah orderanku ada yang menerima, pengemudi itu meneleponku menanyakan alamat detail kosan.
Aku keluar kamar sambil sibuk memberitahu lokasi penjemputan kepada pengemudi. Sesekali aku melihat ke arah jalan untuk memastikan apakah pengudi itu sudah tiba atau belum. Selang beberapa menit akhirnya sebuah mobil muncul perlahan mendekati halaman kosan. Segera aku masuk ke kamar untuk membopong Yogi, tapi betapa terkejutnya aku saat melihat Yogi tidak ada di kamar. Ia tiba-tiba hilang entah ke mana.
“Yogi?! Yog! Yogi?!” Aku berteriak lalu menghampiri kamar nomor enam yang selalu menyala lampunya. Aku yakin iblis dalam kamar itu yang menculik Yogi.
“Woi balikin adik gua!” Kutendang pintu kamar itu berkali-kali, mencoba untuk mendobraknya.
Aku mencongkel pintunya, namun tetap tidak bisa terdobrak. Sesekali aku berteriak minta tolong, tetapi tak ada yang datang bahkan mobil yang sudah kupesan pun putar arah melihat kepanikanku. Dia mungkin tidak mau ikut campur dalam kekacauan ini.
Aku menelepon polisi dan menceritakan semua kejadian ini. Mereka berdatangan ke lokasi kejadian lalu mendobrak pintu kos nomor enam namun tidak ada apa-apa di sana, kosong melompong. Setelah memotret tempat kejadian, aku diminta ikut ke kantor untuk memberi keterangan labih lanjut.
Nantikan cerita selanjutnya "Kos Seberang Saidah" hanya di HORORR22

0 Response to "(Part 7) Kos Seberang Saidah : Yogi Hilang"
Posting Komentar