(Part 15) Jaran Goyang : Mila Ada Di Gunung Kawi

Setibanya di rumah Abah Quir, Ahmad tidak menjumpai siapa pun di dalam rumah panggung itu. Kata penduduk kampung, sudah satu minggu Abah Quir pergi entah ke mana. Hal seperti itu sudah biasa, Abah Quir sebagai dukun sakti suka berpergian selama berhari-hari tanpa seorang pun yang tahu ia pergi ke mana. Dengan perasaan kesal, Ahmad mendobrak pintu rumah Abah Quir, ia menggeledah seluruh ruangan rumah. Ditemukan kertas mencurigakan berserak di atas lantai bambu. Di atas kertas ada sebuah nama yang ditulis menggunakan darah, entah darah apa, nama itu tidak lain adalah Mila. Ahmad meraih lembaran kertas lain, di sana tertulis tumbal gunung Kawi. Ia tidak mengerti, apa sebenarnya yang sedang terjadi. Apa hubungannya Mila dengan tumbal gunung Kawi?
Nasib nahas menimpa Ahmad, kasus pembunuhan Pak Budi terbongkar, ia menjadi tersangka dan terbukti bersalah. Selain itu, Kedua orang tua Mila menuntut atas hilangnya Mila. Mereka menuduh kalau Mila juga dibunuh oleh Ahmad. Atas tuduhan itu, ia diseret ke meja hijau. Sebenarnya belum ada bukti kalau Ahmad bersalah atas hilangnya Mila. Berkali-kali Ahmad mengikuti sidang kasus Mila. Selama menjalani persidangan, Ahmad ditahan dalam penjara yang penghuninya sangat padat.
Selama di penjara itulah, ia bermimpi bertemu dengan Mila yang meminta tolong padanya. Dalam mimpinya, Ahmad melihat Mila menjadi budak setan di gunung Kawi. Hal itu sudah disampaikannya saat persidangan, tapi mereka menganggap kalau Ahmad sedang mengada-ngada.
Di sebuah siang, Ahmad dijenguk oleh bapaknya Mila, "Kali ini aku akan bicara baik-baik sama kamu, Mad. Tolong jujur, apakah kau benar-benar membunuh Mila?"
"Saya sayang sama Mila, Pak. Mana mungkin saya membunuhnya," air mata Ahmad menetes.
"Terus di mana anakku sekarang?"
"Aku tidak tahu, Pak. Malam itu pas mati lampu tiba-tiba saja Mila hilang."
Sebuah tamparan melayang ke pipi Ahmad, polisi yang sedang berjaga menghampiri dan meminta Parman agar tenang.
"Ampun, Pak," lirih Ahmad.
"Katakan di mana anakku?"
"Saya yakin Mila ada di gunung Kawi. Saya ngaku sajalah Pak. Dulu saya menggunakan pelet Jaran Goyang agar Mila mau sama saya."
"Bajingan!" Tidak tahan lagi Parman mendengar pengakuan Ahmad.
Sebuah tinju mendarat di pipi kanan Ahmad. Ia terjungkal dari kursinya. Tiga polisi yang sedang bertugas di ruang jenguk panik melihat kejadian barusan. Mereka langsung mengamankan Ahmad ke dalam selnya.
Beberapa bulan kemudian, kasus Mila ditutup. Tidak ada bukti yang kuat kalau Ahmad melakukan pembunuhan terhadap Mila, tapi ia tetap dijatuhi hukuman penjara untuk kasus pembunuhan Pak Budi. Mila dinyatakan sebagai orang hilang dan pihak kepolisian terus berusaha melakukan pencarian. Sementara Ahmad hampir setiap malam didatangi Mila dalam mimpinya. Istrinya itu terus-terusan meminta tolong agar dibebaskan dari perbudakan setan gunung Kawi.
SELESAI

0 Response to "(Part 15) Jaran Goyang : Mila Ada Di Gunung Kawi"
Posting Komentar