Togel Terpercaya

(Part 11) Jaran Goyang : Ada Yang Menemani Mila

jaran goyang part 11.jpg

Ahmad tidak mau memperpanjang keanehan yang ia alami kemarin sebab tidak mau membuat istrinya takut. Jadi, dia merahasiakan kejadian semalam. Kali ini, dia mencoba untuk lebih hati-hati. Selalu memastikan kalau yang sedang bersamanya adalah benar-benar Mila bukan setan.

Dari pagi, Mila sibuk memasak sayur, goreng tempe, dan semur daging sapi. Ahmad mendekati Mila lalu memeluknya dari belakang sambil mengecup pipi kanannya. Sesaat kemudian, terdengar seseorang mengetuk pintu.

"Tuh ada tamu," ujar Mila.
Bergegas Ahmad membukakan pintu. Terlihat seorang lelaki paruh baya mengenakan kaos cokelat dan celana panjang hitam berdiri di hadapannya.

"Maap, Mas. Nama saya Pak Budi. Saya yang suka jagain vila ini. Mau kasih tahu aja kalau ada kerusakan atau atap bocor. Mas bisa hubungin saya, ya," ujarnya.

"Oh, iya. Mari masuk dulu. Kebetulan istri saya sedang masak banyak. Nanti kita makan bareng."

Pak Budi dengan senang hati menerima tawaran Ahmad. Ia dipersilakan duduk di atas sofa. Segelas air putih disuguhkan.
"Nama saya Ahmad, Pak. Saya tinggal sama istri di sini. Kami baru satu malam di vila ini."

"Saya senang vila ini ada yang isi jadinya saya ada teman ngobrol nantinya."
Ahmad tertawa sambil mengangguk.
"Oya, Pak Budi tinggal di mana?"

"Pak Parman kebetulan membuatkan saya sebuah pos kecil yang bisa saya tempati. Nggak jauh dari sini sekiar dua kilo meter."
"Sayang, makanannya udah siap, nih," panggil Mila dari dapur.
"Mari Pak makan sama-sama," ajak Ahmad.
"Oh, iya."
"Kenalin, ini istri saya namanya Mila."

Saat Pak Budi melihat Mila, ia terkejut lantaran ada sosok gaib yang berdiri di belakang Mila. Sebisa mungkin Pak Budi berusaha untuk tenang. Memang Pak Budi adalah seorang yang punya kelebihan bisa melihat hal-hal gaib, dan sekarang ia melihatnya di belakang Mila. Sosok perempuan mengenakan kebaya dan berwajah pucat.

Sosok gaib yang mengikuti Mila tidak lain adalah nyai penghuni Air Terjun Panggelangan. Pak Budi tertunduk ketakutan, keringat mengalir di dahinya. Ia duduk di kursi makan dengan wajah tegang. Bagaimana tidak, sosok gaib itu malah terus memperhatikan Pak Budi.

"Ayo Pak, silakan," setelah semuanya dihidangkan, Ahmad mempersilakan Pak Budi untuk makan.
Secentong nasi dan sedikit sayur diambil Pak Budi kemudian makan dengan terburu-buru.
"Pelan-pelan saja, Pak," canda Ahmad sambil tertawa.

Pak Budi tidak sanggup berlama-lama di sana. Tidak sampai dua puluh menit, Pak Budi menyelesaikan makannya.
"Saya pamit saja, Mas."
"Loh kok buru-buru?" Tanya Mila.
"Mohon maap, saya ada urusan lagi."
"Iya, tambah lagi saja nasinya, Pak," ujar Ahmad.
"Saya sudah kenyang, Mas."

Tanpa basa-basi lagi, Pak Budi bangkit dari duduknya untuk pamit. Ahmad mengantarnya sampai pintu.
"Mas, ada hal yang mau aku omongin tentang istrimu," kata Pak Budi sesaat sebelum pergi.
"Kenapa ya Pak?"

Belum rampung Pak Budi menjelaskan apa yang ia lihat, Mila muncul dari dapur beserta sosok gaib di belakangnya yang tersenyum mengerikan.
"Nanti saja, Mas," terbirit-birit Pak Budi pergi dari hadapan Ahmad.

Nantikan cerita selanjutnya dari "Jaran Goyang" hanya di HORORR22

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "(Part 11) Jaran Goyang : Ada Yang Menemani Mila"

Posting Komentar